Laporan Pelaksanaan #1 MeetUp Komunitas QGIS Indonesia

MeetUp Pertama Komunitas QGIS Indonesia telah dilaksanakan pada Hari Sabtu Tanggal 29 Februari 2020 di Auditorium Merapi Fakultas Geografi. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dari Komunitas QGIS Indonesia dengan Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, serta dukungan dari para donatur dan rekan-rekan komunitas yang sudah berpartisipasi dalam pembelian Kaos Komunitas QGIS Indonesia.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari panitia pelaksana, kami akan menyampaikan laporan keuangan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Secara keseluruhan, pemasukan dari keuntungan penjualan kaos dan donasi yang masuk sebanyak Rp 3.239.499,-. Sementara untuk pelaksanaaan kegiatan ini, menghabiskan dana sebesar Rp 2.231.750,-. Sisa dana dari kegiatan ini sebesar Rp 1.007.749,-. Sisa dana ini akan masuk ke kas Komunitas QGIS Indonesia, dan akan digunakan untuk mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan di kemudian hari.

Untuk detail dari laporan pemasukan dan penggunaan dana ini, bisa diakses pada tautan berikut https://docs.google.com/spreadsheets/d/14WHYH8lyaAnn2ZKUYCNm5pF7KlPVzxd60bsgsS1GUKs/edit?usp=sharing

Sekali lagi, kami dari panitia mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan komunitas yang telah berpartisipasi dalam pembelian kaos dan donasi yang telah diberikan.

Untuk dokumentasi kegiatan ini, bisa dilihat pada tautan http://bit.ly/meetup-qgisid-photo.

Demikian laporan keuangan ini kami sampaikan untuk diketahui bersama.

Meetup Pertama QGIS Indonesia

Kegiatan Meetup Pertama Komunitas QGIS Indonesia diadakan 29 Februari 2020 yang merupakan kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi(HMSaIG) Fakultas Geografi UGM. Kegiatan yang dilakukan di Auditorium Fakultas Geografi UGM ini bertujuan untuk :

  • memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai pemanfaatan software QGIS sebagai salah satu alat dalam bidang geospasial yang bebas terbuka,
  • memperkenalkan komunitas QGIS Indonesia yang baru di inisiasi, 
  • serta menjaring masukan dari peserta. 

Dengan mengusung nafas “gotong royong” sebagai ruh dari komunitas, diharapkan para peserta akan mendapatkan pemahaman lebih baik terhadap aplikasi QGIS dan bisa lebih mengoptimalkan penggunaannya, baik dari sisi pengguna maupun sebagai pengembang.

Dihadiri oleh peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa, serta praktisi di bidang geospasial, terihat cukup antusias untuk mengikuti rangkaian acara. DIawali dengan penggalian pemahaman peserta terkait dengan QGIS, yang mana ternyata terdapat 5 peserta yang belum/tidak pernah menggunakan QGIS. Sementara sebagian besar meskipun sudah menggunakan QGIS, tapi masih lebih banyak menggunakan aplikasi pemetaan lain. Namun ketika coba digali tingkat kedalaman penggunaan QGIS, meskipun rata-rata masih di level analisis dan layout, namun persentase terbesar justru muncul dari peserta yang sudah mengintegrasikan dengan platform lain. Selain itu permasalahan seperti bug, user interface (kurang familiar), crash, dan lainnya masih banyak disampaikan oleh peserta. 

Dengan tingkat pemahaman peserta yang cukup beragam, kehadiran narasumber pada acara ini cukup memberikan wawasan kepada para peserta terkait dengan perkembangan dan pemanfaatan QGIS. Materi yang disampaikan pada sharing session ini diantaranya:

  1. Ibnu Rosyadi : Perkembangan Open-Source QGIS di Indonesia
  2. Firman Hadi : Pengenalan GRASS di QGIS
  3. Nur M Farda : Perubahan Penggunaan Lahan dengan Machine Learning dan Cellular Automata di QGIS
  4. Afandi Ahmad : Pemanfaatan QGIS untuk Pengelolaan Hutan dan Lingkungan
  5. Eko Kalisno : Pemanfaatan QGIS untuk Pemetaan Desa

Selain kegiatan sharing session yang lebih banyak mengupas dari sisi pemanfaatan QGIS sebagai pengguna, para peserta juga diberikan materi untuk bisa berkontribusi dalam proyek ini. Salah satu bentuk kontribusi adalah dengan melaporkan bug yang dicontohkan melalui Quick Demo dari Ismail Sunni yang dilakukan melalui video call dari Jerman. Peserta diperkenalkan cara untuk melapurkan bug/permasalahan yang ditemui melalui tautan https://github.com/qgis/qgis/issues. Selain itu, ditujukkan pula cara untuk bisa terlibat dalam proses menerjemahkan QGIS ke dalam bahasa Indonesia, mengingat saat ini tingkat translasi ke dalam bahasa Indonesia masih di bawah 35%.

Melalui meetup ini, komunitas mengajak peserta untuk ikut terlibat dengan selalu melaporkan jika menemukan bug dan secara rutin menjadi penerjemah ke Bahasa Indonesia. Agenda meetup ini harapannya dapat menjadi kegiatan tahunan Komunitas QGIS Indonesia yang tentunya didukung oleh local chapter yang dapat menjadi wadah komunikasi terkait project QGIS di kota/kabupaten lainnya di Indonesia. Karena tujuan Komunitas ini adalah agar menjadi official user group QGIS di Indonesia, maka kami membuka saluran media komunikasi melalui website, instagram, twitter, telegram, blog, dan mailing list tentunya mengajak lebih banyak orang untuk terlibat menjadi volunteer.

Ide yang muncul dari diskusi di media sosial dan meetup kemarin adalah perlu disusun sebuah modul panduan QGIS berbahasa Indonesia terbaru yang dilengkapi studi kasus aplikatif, sehingga jika pengguna di Indonesia memerlukan panduan yang mudah dipahami dan sesuai dengan tema-tema yang menjadi lingkup konsentrasinya dapat mengaksesnya dengan mudah.

MeetUp#1 Komunitas QGIS Indonesia ini dihadiri sebanyak 62 orang peserta dan 5 narasumber dengan dukungan panitia sebanyak 12 orang dari HMSaIG dan 7 orang dari Komunitas QGIS Indonesia. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube QGIS User Group Indonesia. Meskipun peserta tidak dibebankan biaya apapun dalam pendaftaran, kegiatan ini dapat terselenggara karena adanya donasi melalui penjualan kaos berlogo Project QGIS dan Komunitas QGIS Indonesia, serta beberapa sponsor konsumsi lokal dan peserta tidak dibebankan biaya apapun. Komunitas QGIS Indonesia terbuka untuk siapapun pengguna awam sampai tingkat lanjut, serta pengembang yang tertarik atau sudah berkontribusi ke QGIS. Dengan semangat gotong royong, hadirnya komunitas QGIS Indonesia diharapkan dapat menjadi suatu wadah bagi para pengguna QGIS di Indonesia untuk saling berkomunikasi dan berdiskusi, serta kedepannya dapat membuat kontribusi dari Indonesia ke Proyek QGIS lebih terlihat.

Selama kegiatan kami menyediakan tayangan langsung melalui YouTube, yang saat ini rekamannya bisa diakses melalui video dibawah ini :

Materi yang disampaikan selama kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut ini :

http://bit.ly/MateriMeetUp1QGISID

Terima kasih, silahkan info ke kami jika teman-teman membuat local chapter di kota masing-masing!

QGIS Indonesia di OSGEO ID Meetup

Komunitas OSGEO ID mengadakan meetup pertamanya pada 4 Oktober 2019 yang lalu di Kantor HOT OSM Indonesia, Tebet. Dalam meetup ini beragam praktisi Geospasial ikut hadir. QGIS ID yang diwakili Iqnaul dan Adi (Iwan) Kurniawan berkesempatan untuk sharing tentang Komunitas QGIS Indonesia. Beberapa pointer yang disampaikan antara lain:

  • hasil kuesioner mengenai pengguna QGIS di Indonesia
  • tujuan dibentuknya komunitas QGIS Indonesia
  • media komunikasi yang telah dibuat untuk para anggota

Terdapat beberapa usulan kepada Komunitas Pengguna QGIS Indonesia:

  • mengadakan meetup pertama
  • menyusun modul bersama dimulai dari pengumpulan modul penggunaan QGIS, karena modul-modul yang saat ini banyak tersedia kebanyakan QGIS versi 1.8 – 2.14 dan kedepan bisa diperbarui menjadi modul yang lebih komprehensif menggunakan QGIS versi 3.x

Kami sedang menyusun jadwal untuk kegiatan meetup pertama Komunitas Pengguna QGIS Indonesia dalam waktu dekat!

 

QGIS 3.10 A Coruña Dirilis

QGIS 3.10 dengan nama A Coruña sudah dirilis. A Coruña adalah nama kota tempat di selenggarakannya QGIS Developer Meeting dan User Conference pada bulan Maret 2019.

splash310

QGIS 3.10 sudah bisa diunduh untuk berbagai sistem operasi di sini. Banyak sekali fitur yang ditambahkan di versi 3.10 ini. Daftar fitur baru bisa dilihat di Visual Changelog.

Terima kasih kepada semua pengembang, penulis dokumentasi, tester, dan masih banyak lagi orang yang mendonasikan waktu dan usahanya  (atau mendanai orang untuk melakukannya). Kami harap kalian bisa menikmati rilis terbaru dari QGIS ini. Jika Anda ingin mendonasikan waktu, uang, atau bergabung untuk membuat QGIS lebih keren lagi, silakan kunjungi qgis.org.

GIS didukung oleh donor dan anggota pendukung (sustaining member). Daftar donor saat ini yang telah membuat kontribusi keuangan besar dan kecil untuk proyek dapat dilihat pada daftar donor kami. Jika Anda ingin menjadi sustaining member, silakan kunjungi halaman kami untuk sustaining member untuk rincian. Dukungan Anda membantu kami mendanai pertemuan pengembang enam bulanan kami, memelihara infrastruktur proyek, dan membiayaai upaya perbaikan bug.

QGIS adalah perangkat lunak gratis dan Anda tidak berkewajiban untuk membayar apa pun untuk menggunakannya – bahkan kami ingin mendorong orang jauh dan luas untuk menggunakannya terlepas dari apa status keuangan atau sosial Anda – kami percaya memberdayakan orang dengan alat pengambilan keputusan spasial akan menghasilkan masyarakat yang lebih baik untuk semua umat manusia.

Diadaptasi dari : http://blog.qgis.org/2019/11/02/qgis-3-10-a-coruna-is-released/

Highlight Diskusi Grup Telegram QGISID 21-29 September 2019

Rekan-rekan, berikut ini adalah beragam topik yang dibahas di grup telegram QGIS ID sejak 21 September – 29 September 2019

09 / 29 / 2019

Hallo,

Hari ini kami akan merangkum hasil diskusi yang ada di Group QGIS.ID.

Bagaimana cara mencari luas wilayah dengan warna?

dilihat pada gambar berikut :

2019-09-29 20.23.39

Dalam kasus ini untuk menghitung luas kita menggunakan ekspresi di dalam Attribut table hanya dengan ekspresi $area saja, sebelum melakukan formula tersebut dianjurkan untuk meng-set CRS ke projection agar luas terlihat dalam satuan metric.

untuk cara mengatur CRSnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

2019-09-29 20.30.01

click yang di kotak warna merah, dan diatur proyeksi sesuai dengan wilayah masing-masing, set dalam UTM (Universal Tranverse Mecrator)

blog2

Zona UTM Indonesia

10 / 13 / 2019

Hallo,

Hari ini kami akan menjelaskan bagaimana cara melakukan batch export dari DBF ke file CSV menggunakan Python

pertama – tama instalasi pyhton 3, selanjutnya download plugin untuk membatch SHP ke

CSV. dbfpy: http://sourceforge.net/projects/dbfpy/files/latest/download?source=files

selanjutnya membuka terminal install sudo python setup.py install

lalu kemudian buat batchnya dengan melakukkan looping di python dengan cara :

for i in find *dbf; do python dbf2csv.py $i;done

Maka akan data tersebut akan melakukan looping sebanyak field yang ada di format tersebut.

Sedangkan untuk melakukan batch export dari vektor ke csv di QGIS bisa coba install plugin Batch Save layers untuk convert beberapa data vektor ke format lainnya.

10 / 21 / 2019

Hallo,

Hari ini kami akan menshare dari workshop FOSS4GUK 2019 di Edinburg, yaitu Cara mengumpulkan data dengan QGIS , Inpun dan Margin.

Syarat agar dapat bekerja teman – teman dapat mendownload QGIS Terbaru dan applikasi untuk mendukung materi ini.

  1. QGIS Desktop: download versi terbaru (LTR) QGIS untuk laptop Anda di sini: https://qgis.org/en/site/forusers/download.html
  2. Aplikasi input: dari ponsel/tablet, kunjungi https://inputapp.io untuk menginstal aplikasi pada perangkat Anda. Jika Anda adalah pengguna iOS, input berjalan di bawah TestFlight yang akan Anda perlukan untuk menginstal terlebih dahulu.
  3. Akun Mergin: Kunjungi https://public.cloudmergin.com/dan daftar untuk akun Mergin.
  4. QGIS Mergin plugin (opsional, dibahas nanti)

Menyiapkan Project Survey

Untuk tujuan Materi ini, kami telah menyiapkan sebuah proyek QGIS. Mari kita gunakan itu sebagai titik awal:

  1. Masuk ke Mergin
  2. Di kiri atas, klik proyek dan pilih Jelajahi
  3. Cari dan klik pada Saber/foss4guk
  4. Di panel atas, klik ikon mergin_clone untuk membuat salinan proyek di bawah akun Mergin Anda sendiri (foss4guk_YOURNAME)

Menjelajahi project di QGIS

Proyek yang telah Anda salin di Mergin, adalah proyek QGIS dengan berbagai layer peta. Untuk melihat isi dari proyek di QGIS:

  1. Di Mergin, di menu atas, pilih proyek > proyek saya
  2. Pilih foss4guk_YOURUSERNAME (atau nama yang Anda tetapkan saat menyalin proyek).
  3. Di menu atas, klik ikon mergin_download untuk mengunduh proyek
  4. Mengekstrak isi file zip

Atau untuk proses di atas dapat dilakukan melalui plugin Mergin untuk QGIS. Untuk melakukan itu:

  1. Pasang plugin Mergin di QGIS
  2. Mulai ulang QGIS
  3. Pada panel QGIS browser, klik kanan pada Mergin dan pilih Configure
  4. Masukkan nama pengguna dan kata sandi Mergin Anda
  5. Di bawah My Project, klik kanan pada foss4guk_YOURUSERNAME dan pilih download
  6. Pilih lokasi di mana proyek akan diunduh ke
  7. Setelah didownload, pilih terbuka untuk membuka proyek.

Pengaturan dan formulir lapisan

Input didasarkan pada QGIS, oleh karena itu, setiap layer simbologi/gaya yang Anda atur di QGIS, akan ditampilkan dalam input. Jika Anda menggunakan SVGs (misalnya OS MasterMap), Anda perlu menanamkan ini dalam proyek QGIS.

Input juga mendukung sebagian besar widget Edit dari QGIS. Mengedit widget memungkinkan Anda untuk menyederhanakan mengisi-dalam bentuk dengan pilihan drop-down, benar/salah switch, Slider, kalender dan waktu, nilai-nilakan default, lampiran, hubungan nilai dan banyak lagi. Untuk melihat beberapa pengaturan tersebut:

  1. Dari panel Layers (di QGIS), klik kanan pada bangunan yang terdaftar (layer poin) dan buka jendela Properties.
  2. Dari panel sebelah kiri, pilih bentuk atribut. Jelajahi berbagai widget yang ditugaskan untuk bidang yang berbeda.

Untuk layer ini, kita telah mengatur Field foto untuk menggunakan widget attachment. Ini akan memungkinkan input untuk memanfaatkan kamera ponsel Anda untuk melampirkan foto ke fitur.

Untuk bidang surveyor, kami telah menghubungkannya ke Tabel CSV eksternal, untuk mengisi opsi drop-down dengan nama surveyor.

Input juga dapat menggunakan jendela pop-up (mirip dengan Google Maps) untuk menampilkan informasi dasar tentang satu fitur:

blog3

Untuk menyesuaikan konten jendela pop ini:

  1. Buka tabel properti, dan pilih tab tampilan
  2. Anda dapat melihat judul diatur ke ENT_TITLE dan ada Tag gambar referensi bidang foto:

# gambar

file:///[% @project_folder%]/[%  “foto “%]

Menampilkan Peta Tema

Untuk menyederhanakan penanganan lapisan visibilitas, input memanfaatkan tema peta yang didefinisikan dalam proyek QGIS Anda. Dalam proyek ini, ada tema peta untuk foto udara (menggunakan lapisan udara Bing) dan OpenStreetMap (geopackage).

[] {#anchor-5} lapisan survei

Dalam input, setiap lapisan vektor (titik, garis, poligon) dapat diedit (selama pengeditan format yang didukung di QGIS). Ini bisa sangat membingungkan ketika berhadapan dengan sejumlah besar lapisan vektor dalam satu proyek (mencoba untuk mencari tahu mana yang akan diedit).

Untungnya Anda dapat mengatur lapisan latar belakang (atau yang tidak ingin diedit di input) untuk hanya-baca:

  1. Di QGIS, dari menu utama, pilih Project > Properties
  2. Di jendela baru, pilih tab sumber data dari panel sebelah kiri

Di bawah ini adalah daftar lapisan dan pengaturan kemampuan mereka untuk Project. Lapisan tidak ditandai sebagai baca-saja akan ditampilkan sebagai lapisan survei (diedit) di input.

blog4

Secara default, path file ke layer relatif. Anda dapat mengubahnya di bawah tab Umum pada jendela ini.

Menggunakan input

Untuk menggunakan input, buka App di perangkat Anda. Pada menjalankan pertama, input akan menampilkan halaman Projects.

  1. Di bawah proyek, pilih proyek saya
  2. Dari daftar, menemukan YOUR_Mergin_USERNAME/foss4guk_YOURUSERNAME (misalnya Saber/foss4guk_saber)
  3. Ketuk ikon Unduh di sisi kanan proyek untuk mengunduh proyek (peringatan: jika Anda tidak terhubung ke WiFi, ini akan menggunakan beberapa kuota data seluler Anda)
  4. Setelah mengunduh, tap Beranda
  5. Pilih proyek yang Anda unduh

blog5

Ketika Anda membuka proyek, Anda mungkin tidak melihat semua lapisan. Hal ini karena beberapa lapisan memiliki pengaturan visibilitas zoom-Dependant (lagi dikonfigurasi di QGIS).

Menjelajahi project

Untuk beralih tema peta:

  1. TAP lainnya di sisi kanan bawah layar
  2. Ketuk peta tema > foto udara

blog6

Anda juga dapat menampilkan rincian fitur hanya dengan menekan pada mereka.

Tap pada titik yang mewakili Queensberry House:

blog7

Merekam data

Untuk mengambil data:

  1. Tap Record
  2. Anda kemudian dapat memilih lapisan di mana Anda ingin merekam fitur Anda, dengan menekan pada band hijau muda, di bagian bawah layar, di atas menu input.
  3. Jika Anda menangkap sebuah titik, secara default, titik yang disarankan untuk menangkap akan berada di lokasi GPS Anda. Anda dapat menyeret peta untuk menyesuaikan lokasi titik baru. Untuk beralih kembali ke lokasi GPS saat ini, ketuk ikon GPS di kiri bawah layar.
  4. Setelah menambahkan sebuah titik, Anda akan diminta untuk mengisi formulir.

Jika Anda merekam sebuah garis atau poligon, Anda dapat menambahkan titik untuk menentukan bentuk fitur Anda atau tekan dan tahan ikon GPS ketika dalam mode Rekam untuk menghasilkan bentuk dari track GPS Anda.

Mengedit data

Anda dapat mengedit fitur yang ada di peta Anda. Untuk layer poin, Anda dapat mengedit geometri dan data formulir. Untuk garis dan poligon, Anda hanya dapat mengedit data formulir.

Try It!

Mari kita keluar dan menangkap beberapa data untuk layer path!

Mengupload perubahan

Setelah membuat perubahan pada data, Anda dapat mengunggahnya kembali ke Mergin:

  1. Di input, ketuk proyek
  2. Pilih proyek saya
  3. Klik pada ikon Sync/refresh di sebelah kanan proyek Anda

Sekarang Anda dapat mengunduh proyek lagi ke desktop Anda dan melihat perubahannya di QGIS. Sebagai alternatif, Anda dapat menyinkronkan perubahan yang Anda buat kembali ke QGIS dengan menggunakan plugin Mergin untuk QGIS (dijelaskan sebelumnya).

10 / 21 / 2019

Hallo,

Hari ini dapat sharing dari teman kami di Group QGIS. ID cara memasukan data source rupa bumi indonesia ke dalam Quick Map Service

Beberapa waktu bulan lalu BIG merilis service layer peta RBI tahun 2017 dan 2019

nah saya sudah memasukkan ke dalam data sources nya Quick Map Services di repository https://github.com/nextgis/quickmapservices_contrib

yang harapannya ketika menggunakan plugin QMS sudah ada list peta rupabuminya

Tapi ternyata ketika menambahkan services melalui setting – Get contributed pack, sampai saat ini peta rupabumi belum ikut tampil dalam list tile layer QMS

Berikut cara menampilkan tile layer peta RBI di QGIS supaya bisa dijadikan basemap online

Cara 1:

  1. Klik menu Web – QuickMapServices – Search QMS

blog8

2. Pada jendela Search QMS yang muncul di sebelah kanan ketikkan RBI

blog9

akan muncul layer RBI 2017 BIG dan RBI 2019 BIG

  1. Klik tombol Add pada salah satu layer tersebut maka akan tampil layer RBI pada Map Canvas

Cara ke 2:

untuk QGIS3

  1. Download Patch RBI for QMS Plugin QGIS3.exe yang sudah saya buatkan di

https://s.id/6Kf-7

atau

https://s.id/6Kg2c

  1. Jalankan file Patch RBI for QMS Plugin QGIS3.exe maka akan mengekstrak file data_source RBI 2017 dan 2019 di

C:\Users\[YOUR_USERNAME]\AppData\Roaming\QGIS\QGIS3\profiles\default\QuickMapServices\Contribute

blog10

  1. Jalankan QGIS3, maka pada list tile layer QuickMapServices akan ada pilihan Indonesia – Rupabumi 2017 dan Rupabumi 2019

Note: Tile layer rupabumi 2017 agak berat untuk diakses karena WMS

Demikian terima kasih

QGIS User Question of The Month (September 2019)

Dear Rekan-rekan,
QGIS PSC telah merilis pertanyaan bulanan bagi pengguna untuk periode September 2019.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tersedia dalam bahasa Indonesia, silahkan ubah bahasa didalam Kobo Toolbox agar memudahkan dalam memahami pertanyaan tersebut.

Silahkan mengisi pertanyaan tersebut, untuk memberikan feedback kepada penyempurnaan aplikasi QGIS kedepan, khususnya dari pengguna di Indonesia. Untuk mengakses pertanyaan tersebut silahkan klik tautan berikut ini:

https://ee.kobotoolbox.org/single/::6Uro4EIq?returnUrl=https://qgis.org

Terima kasih!

Selamat Datang di Komunitas Pengguna QGIS Indonesia

“QGIS enables everyone in society to have the tools they need to understand the spatial dimension of the world around them, regardless of your budget, your operating system or your ability to pay license fees. We welcome you to the QGIS Community and hope that you will participate in making QGIS the best-in-class GIS for everyone” – Tim Sutton untuk Pengguna QGIS Indonesia

Terima kasih atas partisipasi rekan-rekan dalam mengisi kuesioner Pengguna QGIS di Indonesia yang kami rilis bulan April lalu. Total 291 responden (setelah dilakukan proses cleaning) sudah mengisi! Dari hasil kuesioner terdapat 35,2% responden yang sudah menggunakan QGIS sebagai perangkat lunak utama GIS! Ini menarik!

Forms response chart. Question title: Apakah Anda menggunakan QGIS sebagai software utama untuk melakukan pengolahan data/membuat peta?. Number of responses: 298 responses.

Latar belakang keilmuan dan pekerjaan dari rekan-rekan yang melakukan pengisian kuesioner ini juga cukup bervariasi. Begitupun dengan domisili responder, cukup mewakili Indonesia dari Provinsi Aceh sampai ke Papua.

Dengan variasi pekerjaan, latar belakang pendidikan pengguna, dan domisili pengguna  yang tergabung dalam komunitas ini, dapat lebih memperkaya wawasan pemanfaatan QGIS dalam berbagai bidang pekerjaan, serta mempermudah pengguna untuk bisa saling berinteraksi sesama pengguna QGIS baik dalam dunia maya maupun kopi darat secara langsung.

Selama 5 bulan kami mencoba untuk membuat Komunitas Resmi Pengguna QGIS Indonesia yang kami namakan QGIS ID. Resmi disini maksudnya adalah komunitas ini terdaftar secara resmi di :

QGIS User Group –  https://www.qgis.org/en/site/forusers/usergroups.html

Kami berkomunikasi dengan Co-Chair Project Steering Committee(PSC) QGIS — Marco Bernasocchi agar komunitas ini mendapat dukungan dari PSC, tentunya dengan mematuhi persyaratan seperti tercantum di https://www.qgis.org/en/site/forusers/usergroups.html

Sampai saat ini ada beberapa pengguna QGIS dari Indonesia yg telah berkontribusi terhadap perkembangan proyek QGIS secara global, baik secara materiil, pembuatan plugins, translasi ke Bahasa Indonesia, maupun pelaporan bug/masalah yang ditemui selama menjalankan QGIS. Tujuan utama dari adanya komunitas ini adalah membuka wadah dan kesempatan lebih luas bagi pengguna QGIS di Indonesia bisa berkontribusi dalam ke pengembangan proyek QGIS. Kemudian tentunya sebagai wadah untuk berkomunikasi berbagi tips-trik, studi kasus, serta kendala yang ditemui (bug, error), ataupun pengembangan plugins/kustomisasi QGIS. Detilnya dapat dilihat diwebsite resmi QGIS IDhttps://qgis-id.github.io/

Saat ini kami mengajak rekan-rekan untuk bergabung ke media komunikasi QGIS yang telah ada, yaitu:

Telegram QGISID

https://qgis-id.github.io/

Instagram QGISID

Twitter QGISID

Blog Pengguna QGIS Indonesia

Milis/Forum QGIS Indonesia

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, bisa berkorespondensi melalui email qgisid@gmail.com atau langsung melalui media komunikasi QGIS di atas.

Mohon maaf atas komunikasi lanjutan yang mungkin lebih lama dari yang kami rencanakan, karena di awal komunitas ini digagas oleh segelintir orang yang berdomisili berbeda pulau, bahkan beda benua 🙂

Oleh karenanya kami sekali lagi mengajak rekan-rekan untuk bergabung dalam media komunikasi diatas, serta kami akan membuka Open Volunteer seperti content administrator, social-media admin, dan posisi lainnya untuk membantu mengelola komunitas ini. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, semoga Komunitas Pengguna QGIS Indonesia dapat melakukan pertemuan tahunan, guna merestrukturisasi organisasi ini agar bisa komunitas ini segera terdaftar secara resmi di QGIS User Group.

Terima kasih!

Komunitas Pengguna QGIS Indonesia