Kolaborasi Komunitas Mapper Indonesia dengan QGIS ID dalam Sharkom#3

Komunitas Mapper Indonesia mempunyai acara webinar reguler yang dikemas dalam Shaing Komunal (Sharkom). Sharing Komunal adalah bentuk kegiatan sharing dari anggota Mapper Indonesa (Mapperindo) kepada anggota lainnya yang diadakan dua kali dalam sebulan. Pada Sharkom#3 yang diadakan pada  tanggal 27 Juni 2020, Komunitas Mapper berkolaborasi dengan Komunitas QGIS Indonesia untuk menyampaikan materi terkait dengan Pengenalan QGIS.

sharkom#3

 

Kegiatan ini merupakan inisiasi dari pihak komunitas Mapeprindo, dengan menghadirkan pemateri dari Komunitas QGIS Indonesia. Kegiatan berlangsung selama 2 jam yang dimulai dengan pemberian materi berupa pengenalan QGIS sebagai aplikasi open source beserta organisasi yang menggawangi project ini secara global dan Komunitas QGIS Indonesia sebagai wadah komunikasi pengguna QGIS Indonesia. Pada pengenalan aplikasi QGIS, disampaikan mengenai tools serta proses dasar dalam aplikasi QGIS, pemanfaatan plugins, dan pembuatan webmap tanpa coding. Pemaparan materi berlangsung dengan metode demonstrasi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Sesi diskusi adalah segmen tanya jawab serta konsultasi singkat. Berlangsung dengan pertanyaan yg dituliskan melalui kolom komentar dan laman slido, kemudian dilanjutkan dengan open mic untuk beberapa pertanyaan yg dirasa belum terjawab dengan baik, sehingga memantik diskusi lebih jauh. Pertanyaan berkutat pada instalasi QGIS, plus minus QGIS, query pada tabel atribut, dan permasalahan install plugin yg disarankan oleh pemateri.

Pada bulan Juli 2020, direncanakan masih akan dilakukan Sharing Komunikasi yang berkolaborasi dengan Komunitas QGIS Indonesia dengan topik yang berkaitan dengan pengaplikasian QGIS dalam pemetaan. Untuk informasi pelaksanaannya, bisa dilihat dari Komunitas Mapper Indonesia maupun kanal-kanal sosial media Komunitas QGIS Indonesia.

Kolaborasi HMSaIG FGE UGM dengan QGIS ID

Bulan Juni 2020 ini, Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (HMSaIG) berkolaborasi dengan QGIS ID (Komunitas QGIS Indonesia) mengadakan QGIS Webinar yang akan membahas tentang Pemetaan Tematik Sederhana Menggunakan Aplikasi Pemetaan Open Source QGIS dan bertujuan untuk lebih mengenalkan QGIS kepada mahasiswa Fakultas Geografi UGM. Sesi pertama webinar ini telah dilakukan pada tanggal 16 Juni 2020 dengan narasumber Muhammad Anshori dari komunitas QGIS Indonesia dengan mengangkat topik “Pengenalan Aplikasi QGIS dan Tips Trick Pemakaiannya“.

Screenshot_10

Kegiatan ini akan dibuat berseri dengan topik-topik seputar QGIS dan diharapkan sebagai keluaran dari kegiatan ini akan semakin baik pemahaman dari mahasiswa Fakultas Geografi UGM dalam memanfaatkan QGIS sebagai aplikasi pemetaan untuk mengelola dan mengolah data spasial. Untuk sesi kedua, direncanakan akan dilaksanakan pada Hari Senin, 22 Juni 2020 dengan Narasumber Muhammad Anshori dari QGIS ID dengan topik “QGIS Cloud: Studi Kasus Pemetaan COVID 19“.

Kolaborasi yang baik semacam ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan juga bisa ditularkan kepada banyak pengguna QGIS di Indonesia. Komunitas QGIS Indonesia sangat membuka kesempatan kepada rekan-rekan pengguna QGIS di Indonesia untuk bisa mengadakan kegiatan semacam ini, sebagaimana salah satu tujuan dari diadakannya komunitas ini untuk mempopulerkan penggunaan QGIS di Indonesia.

KuQIS (Kuliah QGIS) #2

Sebagai kelanjutan dari pelaksanaan KuQIS (Kuliah QGIS) yang dilakukan oleh Komunitas QGIS Indonesia untuk berbagi materi/pengalaman/ilmu terkait dengan pemanfaatan QGIS kepada para pengguna QGIS di Indonesia, pada Hari Minggu 14 Juni 2020 telah dilakukan KuQIS #2 dengan topik pemanfaatan QGIS dalam memperkaya visualisasi informasi yang bisa disajikan pada suatu peta. Pada sesi kali ini, terdapat 2 narasumber yang sangat kompeten dalam optimalisasi pemanfaatan QGIS. Narasumber yang pertama ada adalah Danang Wijaya yang sehari-hari bekerja sebagai GIS Staf di Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dengan judul “Visualisasi Grafik pada QGIS Menggunakan Data Plotly dan Google Spreadsheet“. Sementara untuk narasumber yang kedua adalah Gunawan Wisnu Wardhana yang sehari-hari bekerja sebagai Mine Surveyor di PT. Adaro Indonesia dengan membawakan judul “Automated Map Production using QGIS/PyQGIS“. Moderator pada QGIS Sesi kedua ini adalah Adi Kurniawan dari Komunitas QGIS Indonesia.

Topik yang disajikan pada sesi kedua ini juga merupakan salah satu tindak lanjut dari beberapa umpan balik yang diberikan oleh pemirsa dari sesi pertama kemarin untuk mencoba membahas fitur-fitur / plugins yang ada di QGIS, serta banyaknya obrolan di grup Telegram QGIS Indonesia untuk mengupas visualisasi pada layout menggunakan PyQGIS. QGIS dapat dikatakan sebagai suatu alat/tool yang digunakan untuk membantu visualisasi data spasial. Pada prakteknya, pemanfaatan alat ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penggunanya. Sebagaimana yang coba dipresentasikan oleh kedua narasumber pada KuQIS#2 ini, ada yang cukup dengan klik-klik pada plugins yang sudah tersedia, ada juga yang harus dilakukan melalui suatu syntax tertentu menggunakan PyQGIS. Masing-masing mempunyai kelebihan dan tentu saja effort yang berbeda. Sehingga kembali lagi kepada pengguna QGIS dalam mengoptimalisasi penggunaan QGIS dalam mendukung pekerjaannya.

Screenshot_9

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah menyaksikan secara langsung tayangan KuQIS ini melalui kanal Youtube kami. Tercatat sampai 68 penonton yang menyaksikan langsung acara kemarin. Bagi rekan-rekan yang belum sempat megikuti secara langsung KuQIS#2, masih bisa menyangsikannya melalui rekaman yang diunggah pada kanal Youtube QGIS User Group Indonesia di https://www.youtube.com/watch?v=-NWeyNFFgwM. Setelah menyaksikan tanyangan ini, jangan lupa rekan-rekan untuk mengisikan umpan balik yang tersedia pada keterangan dari video tersebut. Kedepannya, kami akan mencoba mengakomodir masukan-masukan dari rekan-rekan komunitas QGIS Indonesia untuk bisa menyajikan KuQIS semakin baik dan dengan materi-materi yang menarik untuk didiskusikan. Kami juga membuka kesempatan kepada rekan-rekan yang berkenan untuk membagikan pengalaman/ilmunya dalam menggunakan QGIS dengan topik-topik tertentu. Jika rekan-rekan bersedia, bisa langsung mengisi form registrasi di https://forms.gle/AatQ3kTERB3SPTyMA.

Sharing QGIS dengan Komunitas UNDERDRONE Indonesia

Pada hari Kamis tanggal, 11 Juni 2020 Komunitas QGIS Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Wahyudi D.R. berkesempatan untuk menjadi narasumber padaa salah satu sesi webinar yang dilaksanakan oleh Komunitas UNDERDRONE Indonesia. Komunitas UNDERDRONE Indonesia merupakan suatu komunitas yang anggotanya adalah pengguna drone dari berbagai bidang pekerjaan dan tersebar di seluruh indonesia. Kegiatan volunterism ini diadakan oleh Komunitas UNDERDRONE sebagai sarana untuk menimba ilmu bagi anggota komunitas tersebut.

Pada kesempatan ini, Komunitas QGIS Indonesia memberikan materi terkait dengan pengenalan tools  dan plugins untuk surface modeling di QGIS. Peserta mencoba mempraktekkan penggunaan plugins profil tools untuk membuat long section data dan plugins Qgis2thereejs untuk visualisasi 3D.

WhatsApp Image 2020-06-11 at 14.21.13

Webinar ini diikuti oleh 42 peserta anggota Komunitas UNDERDRONE yang tersebar diseluruh Indonesia. Peserta sangat antusian dalam mengikuti jalannya kegiatan ini dan berharap ada beberapa materi advance analys menggunakan QGIS yang bisa diadakan lagi. Khususnya pengenalan tools dan plugins Remote Sensing karena materi ini sangat penting buat teman-teman yang konsen di bidang Fotogrametri. Kedepannya mungkin bisa dijajaki lebih lanjut bentuk kolaborasi ini, dan teman-teman yang ada di Komunitas QGIS Indonesia bisa memberikan materi terkait dengan pemanfaatan QGIS pada acara-acara sejenis.

Berkontribusi Dalam Menerjemahkan QGIS Desktop ke Bahasa Indonesia

QGIS merupakan perangkat lunak pemetaan sumber terbuka yang memungkinkan siapa saja untuk bisa berkontribusi dalam pengembangan setiap versi QGIS. Bentuk kontribusi dalam pengembangan QGIS tidak harus dalam bentuk coding/programing yang mungkin bagi sebagian besar penggunanya merasa kurang percaya diri/yakin bisa melakukannya. Salah satu hal yang cukup dan mungkin sangat mudah untuk dilakukan adalah melakukan terjemahan bahasa di QGIS dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Banyak yang bisa dilakukan mulai dari menerjemahkan kata di dalam menu perangkat lunaknya, fitur bantuan, bahkan sampai untuk dokumentasinya. Untuk jumlah kata perangkat lunak QGIS Desktop yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia baru sekitar 36,72 % (Per 15 Mei 2020).

persentase
Progres terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia
baru 6,72% (Per 15 Mei 2020)

Proses menerjemahkan kata-kata pada proyek QGIS ini menggunakan transifex. Oleh karena itu, sebelum berkontribusi dalam menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, terlebih dahulu rekan-rekan sekalian harus mempunyai akun transifex.

A. Mendaftar/Membuat Akun baru di Transifex

  1. Akses ke https://www.transifex.com/
  2. Klik Try for free untuk melakukan pendaftaran akun baru.2
  3. Kemudian silakan isi formulir pendaftaran akun baru, atau menggunakan OAuth akun lain seperti Github, Google, atau Linkedin.3
  4. Proses pendaftaran akun anda hampir selesai. Anda diminta untuk membuat username akun transifex, kemudian klik Complete signup. Ups, jangan lupa untuk beri tanda centang untuk persetujuan Terms of services and privacy policy.5
  5. Lengkapi identitas tentang diri anda.7
  6. Kemudian anda akan dihadapkan pada pilihan apakah akan memulai proyek sendiri atau gabung yang lain.8
  7. Pilih bahasa yang biasa digunakan sehari-hari, bisa lebih dari satu.9
  8. Get Started.10

B. Join/Gabung Tim

  1. Proses pendaftaran akun selesai, silakan bergabung dengan project yang sudah ada. Untuk proyek QGIS Desktop, anda bisa langsung mengakses tautan ini.12
  2. Klik Join team, dan pilih Bahasa Indonesia13
  3. Kemudian Join14
  4. Akan ada notifikasi permohonan untuk bergabung. Nanti aka nada pemberitahuan melalui email ada setelah permohonan anda diterima (jika dalam jangka waktu yang lama belum dapat notifikasi, silakan lapor ke grup Telegram QGIS Indonesia supaya bisa dibantu oleh koordinator tim).15
  5. Setelah anda memperoleh persetujuan untuk bergabung, saat masuk kembali ke dashboard transifex menggunakan akun anda, tampilannya akan seperti ini.16

C. Memulai Menerjemahkan

  1. Pada dashboard transifex anda, klik translate.17
  2. Pilih Resource yang akan di terjemahkan18
  3. Masuk ke bagian Untranslated19
  4. Pilih kata yang ada di sebelah kiri, kemudian tuliskan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia di sebelah kanan. Klik Save Translation untuk menyimpannya.20

Silakan dicoba dan sekecil apapun kontibusi anda, akan membantu kesempurnaan tata bahasa pada QGIS versi Bahasa Indonesia. Jika dilakukan secara bersama-sama dan bergotong royong, maka proses penerjemahan akan lebih ringan dan cepat. 

Kontes Membuat Peta pada ‘Splash Screen’ QGIS 3.14

Seperti yang mungkin sudah diketahui oleh sebagian besar pengguna QGIS di seluruh dunia, versi rilis dari perangkat lunak berikutnya adalah QGIS 3.14, dan oleh karenanya kita bisa menyebutnya ‘Pi’. Setiap versi rilis dari QGIS selalu mempunyai nama, yang diambil dari lokasi pertemuan komunitas dan splash screen yang akan muncul pertama dari setiap versi QGIS, akan muncul peta yang masih ada hubungannya dengan lokasi pelaksanaan pertemuan komunitas QGIS tersebut.

splash screen 310 qgis

Contoh splash screen pada QGIS versi 3.10

Untuk versi 3.14 ini, QGIS mengadakan kontes untuk membuat peta kreatif dengan yang bisa meng-capture esensi dari ‘Pi‘. Kontes ini akan dibuka sampai tanggal 31 Mei 2020. Semua peta yang masuk akan mendapatkan menerima kehormatan untuk disebutkan dalam postingan blog. Sementara untuk pemenang, akan melihat peta yang dibuat muncul pada splash screen QGIS versi 3.14 dan pada banner qgis.org.

Mari rekan-rekan Komunitas QGIS Indonesia untuk bisa berkontribusi dalam kontes ini. Untuk mengikuti kontes ini, silakan kirimkan peta anda melalui tautan ini.

Disarikan dari laman https://lists.osgeo.org/pipermail/qgis-user/2020-May/045685.html

Catatan KuQIS#1: Membuat Peta Interaktif (Tanpa) Koding – QGIS2WEB

Setalah mengalami kendala pada rencana pelaksanaan awal pada Hari Jum’at, 8 Mei 2020, pada Hari Minggu Tanggal 10 Mei 2020, telah dilaksanakan Webinar pertama dari Komunitas QGIS Indonesia yang diberi nama KuQIS (Kuliah QGIS). Meskipun juga masih ada sedikit kendala, baik masalah koneksi maupun kebocoran suara, kami dari Komunitas QGIS Indonesia mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan (tercatat sampai 103 penonton langsung) yang sudah mengikuti KuQGIS ini berikut dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Bagi rekan-rekan yang belum sempat menyaksikan langsung pelaksanaan KuQIS #1 masih bisa menyaksikan siaran ulang melalui channel YouTube QGIS User Group Indonesia https://www.youtube.com/watch?v=kSXymzlP-1w.

KuQIS #1 dilaksanakan dengan mengambil tema Pembuatan WebGIS (versi narasumber: peta interaktif) menggunakan plugin QGIS2WEB yang disampaikan oleh Muhammad Anshori dan dimoratori oleh Ridho Dwi Darmawan. Plugin QGIS2WEB sangat membantu pengguna QGIS untuk bisa membuat peta interaktif tanpa sama sekali. Terdapat pengaturan pada jendela QGIS2WEB untuk mengatur tampilan yang akan muncul pada peta interaktifnya. Memang tidak dipungkiri bahwa untuk membuat tampilan peta interaktif lebih menarik, harus dilakukan beberapa penyesuaian / kustomisasi pada syntax yang dihasilkan dari keluaran plugin ini, Namun, plugin ini sudah sangat membantu para pengguna QGIS untuk membangun awalan/dasar dari pembuatan peta interaktif. Sedikit kustomisasi, poles sana sini, akan menghasilkan tampilan lebih sesuai dengan kebutuhan. Tips dari narasumber: bisa dimulai dengan belajar bahasa pemrograman HTML, CSS, dan Javascript. Berikut beberapa pertanyaan yang muncul selama jalannya Webinar, berikut dengan jawaban yang diberikan langsung oleh narasumber:

  1. Budi Anto: ​Kalau data di ambil dari database apa bisa dan gimana caranya?
  2. Ahmad Anshorimuslim Syuhada​pertanyaan: kalau qgis2web ini bisa load data dari url gitu ga?
  3. Yudhi Kurniawan​mau bertanya : apakah data gis ini bisa sambung dengan webservice ??
    • Jawaban (1 – 3): kalo database postgresql + postgis bisa dari qgis, cuman nanti outputnya tetap akan jadi data file geojson javascript. Kecuali datanya langsung ambil dari WFS Geoserver itu bisa langsung. Yang dicoba tadi karena dari geonode, jadi akses ke geoservernya jadi agak bermasalah.
  4. Habib Husyien​izin :  bertanya pak untuk simbologi diagram/grafik kenapa tidak bisa ditampilkan di qgis2web?
    • Jawaban: belum bisa karena keterbatasan plugin QGIS2WEB
  5. Just Name​ Izin bertanya bagaimana kalau setiap obyek wisata diberi gambar
    • Jawaban: bisa tapi harus custom codingnya pakai html image
  6. Robi Ripai​ Adakah batasan data point yang ingin ditampilkan dalam menggunakan Plug in tersebut ??
    • Jawaban: ada, kalo di previewnya sendiri 1000 feature
  7. Budi Anto ​apa bisa menampilkan data dari database termasuk gambar
  8. prasetya pratama ​pertanyaan pak.. kalau untuk memasukan foto dalam atribut nya bagaimana ya pak .? contoh seperti lokasi wisata ini ketika di klik akan muncul foto lokasi wisatanya.. terimakasih pak.
  9. Pratama Budi​ oh ya mas tadi kan masuk ke script editor nah kalo mau masukin gambar tempat wisata gimana ya mas? makasih
    • Jawaban (7 – 9): secara defaultnya qgis2web belum bisa, tapi kalo custom dicoding sendiri bisa untuk menampilkan gambar
  10. depri setiawan​ apakah dalam penggunaan google map sebagai based layer ini, apakah perlu memasukkan key api dr google map?
    • Jawaban: Tidak, karena sudah disediakan dari QMS
  11. Just Name ​Apakah tampilan default dari QGis2web bisa dikostumisasi sehingga menjadi lebih menarik? misal ada tampilan slider, ada menu login
    • Jawaban: Bisa sekali banget, tapi mau nggak mau ya harus coding
  12. Pratama Budi ​izin tanya mas kalo misal aku klik pop up yg disorot kursor ke titik tempat wisatanya dan nanti dibuat jendela baru untuk menjelaskan detail tempat wisata bisa ndak ya mas? terimakasih
    • Jawaban: Bisa, tapi custom harus dicoding sendiri
  13. Aldy Rizat ​Izin Bertanya… Berapa kapasitas Database Untuk Load
    • Jawaban: Kalo database ya tergantung kapasitas storage web hosting/servernya, cuman kalo datanya geojson memang ada keterbatasan, semakin banyak featurenya akan semakin berat diakses
  14. Adib Mustofa ​Mas, terimakasih utk materinya. Mau nanya kalau ada perubahan data (misalnya menambahkan point utk wisata di gunung kidul) apakah perlu mengulang langkah dari pertama dan export lagi ya?
    • Jawaban: Kalo datanya dari vektor iya, tinggal direplace saja datanya dari folder export – data.
  15. Just Name ​Utk mengkonekkan data2 berarti belum butuh server ya….? misal xamm, murni dari qgis2web
    • Jawaban: belum

Untuk versi lebih lengkap, berikut dengan slide presentasi dan data yang digunakan, bisa langsung menyaksikan kembali tayangan ulang KuQIS #1 melalui channel YouTube QGIS User Group Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih atas feedback yang diberikan oleh rekan-rekan sekalian, demi perbaikan pelaksanaan KuQIS kedepannya. Kegiatan ini sangat terbuka dan memberikan kesempatan bagi rekan-rekan untuk sharing hal apapun terkait dengan QGIS dengan tema-tema tertentu. Kami sedang menggodog konsep dan tema-tema yang diberikan, sesuai dengan masukan dan kebutuhan topik. Silakan pantau terus semua channel media sosial kami.

Kabar dari QGIS Annual General Meeting (AGM) 2020

Annual General Meeting (AGM) merupakan agenda tahunan bagi para anggota pemungutan suara (voting member) dari QGIS.org sebagai asosiasi pengguna dan pengembang QGIS di seluruh dunia. AGM diadakan secara virtual dengan menggunakan milis sementara. AGM 2020 diikuti oleh 38 dari 47 anggota pemungutan suara mulai dari 5 April hingga 3 Mei 2020.

Dari AGM 2020, ada beberapa hasil yang diperoleh, yakni:

  1. Terpilihnya Dewan QGIS yang terdiri dari Marco Bernasocchi (ketua dewan), Alessandro Pasotti (wakil ketua dewan), dan Andreas Neumann (bendahara)
  2. Terpilihnya Anita Graser, Jürgen Fischer, dan Paolo Cavallini sebagai anggota PSC
  3. Persetujuan laporan tahunan presiden untuk 2019. Laporan bisa dibaca di sini.
  4. Persetujuan laporan keuangan tahunan untuk 2019. Laporan bisa dibaca di sini.
  5. Persetujuan anggaran untuk tahun 2020. Anggaran bisa dibaca di sini.
  6. Pemilihan dua auditor keuangan untuk tahun mendatang yakni Andreas Vonlaufen dan Andreas Voigt
  7. Terpilihnya 2 anggota pemungutan suara terhormat, yakni Harrissou Sant-anna dan Nyall Dawson
  8. Disetujuinya kebijakan lingkungan. Isi kebijakan lingkungan bisa di baca di sini.

Minutes of meeting dari AGM 2020 bisa dibaca di sini.

Selamat bekerja untuk para anggota dewan dan PSC, dan terima kasih banyak atas kontribusinya. Profil para kandidat bisa dilihat di sini.

Catatan untuk QGIS ID: voting member terdiri dari QGIS User Group voting member, QGIS Community voting member, 1 anggota OSGeo, dan voting member kehormatan. Setiap QGIS User Group memiliki 1 suara. Namun, hanya QGIS User Group yang terdaftar sebelum bulan Oktober 2019 yang boleh mengikuti AGM 2020 ini. Sehingga, QGIS ID belum bisa mengikuti AGM 2020 tapi akan bisa mengikuti AGM 2021. Walaupun begitu, QGIS ID ikut berkontribusi dalam AGM ini sebagai peninjau hasil pemilihan PSC, yang diwakili oleh Ismail Sunni bersama Lene Fischer (Denmark QGIS User Group).

Pemenang 3 Postingan Terbaik #QGSIDDiRumahAja

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan sekalian yang telah berkontribusi dalam kegiatan #QGISIDDiRumahAja. Kegiatan ini dilakukan guna mendukung anjuran dari Pemerintah Indonesia untuk tetap di rumah saja selama pandemik Covid-19, namun kami dari Komunitas QGIS Indonesia ingin mendorong rekan-rekan pengguna QGIS di Indonesia untuk terus bisa tetap produktif. Guna mengapresiasi kegiatan yang rekan-rekan sekalian lakukan dengan QGIS selama di rumah, Komunitas QGIS Indonesia mengadakan suatu kegiatan yang bisa digunakan oleh rekan-rekan sekalian membagikan hal positif yang dilakukan menggunakan QGIS selama di rumah.

Ada 26 postingan yang masuk, kemudian disaring menjadi 5 kandidat terbaik sesuai pilihan dari dewan juri yang melakukan penilaian dari setiap postingan tersebut. Kelima kandidat tersebut diantaranya:

Melalui proses voting dengan cara klik “Like” pada setiap postingan yang masuk 5 besar melalui laman official IG QGISID antara tanggal 1 – 8 Mei 2020, berikut ini hasil perolehan suaranya:

  • Infosysfoss 128
  • Norman_rk 120
  • Siti_saringatin 117
  • Geoaccess 59
  • Tenlymoningkey 24

Screenshot_7

Kami mengucapkan Selamat kepada 3 pemenang terbaik.

KuQIS – Kuliah QGIS: Membuat WebGIS Menggunakan QGIS2Web (Reschedule)

Komunitas QGIS ID akan mengadakan webinar untuk pertama kali. Webinar dari Komunitas QGIS ID bernama KuQIS alias Kuliah QGIS. KuQIS edisi perdana ini berjudul “KuQis – Membuat WebGIS Dengan Plugin QGIS2Web“. Dalam KuQIS #1 ini akan dibahas mengenai pembuatan peta interaktif tanpa coding! Narasumber untuk KuQIS #1 adalah Muhammad Anshori dan akan dimoderatori oleh Ridho Dwi Dharmawan.

Dikarenakan ada kendala pada pelaksanaan KuQIS #1 pada hari Jumat, 8 Mei 2020 kemarin, pelaksanaan KuQIS #1 akan dilakukan kembali pada hari Minggu, 10 Mei 2020 mulai 10:30 WIB hingga selesai. KuQIS #1 ini bisa disaksikan secara langsung dan gratis melalui channel YouTube QGIS ID aau melalui pranala berikut ini : http://bit.ly/qgisid-youtube. Pemirsa juga bisa mengajukan pertanyaan yang akan dijawab langsung oleh narasumber.

Mari bergabung dan silahkan sebarkan berita gembira ini 🙂

Dan jangan lupa subscribe ya!

Sampai jumpa di KuQIS #1

WhatsApp Image 2020-05-09 at 13.34.22