Laporan Pelaksanaan #1 MeetUp Komunitas QGIS Indonesia

MeetUp Pertama Komunitas QGIS Indonesia telah dilaksanakan pada Hari Sabtu Tanggal 29 Februari 2020 di Auditorium Merapi Fakultas Geografi. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dari Komunitas QGIS Indonesia dengan Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, serta dukungan dari para donatur dan rekan-rekan komunitas yang sudah berpartisipasi dalam pembelian Kaos Komunitas QGIS Indonesia.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari panitia pelaksana, kami akan menyampaikan laporan keuangan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Secara keseluruhan, pemasukan dari keuntungan penjualan kaos dan donasi yang masuk sebanyak Rp 3.239.499,-. Sementara untuk pelaksanaaan kegiatan ini, menghabiskan dana sebesar Rp 2.231.750,-. Sisa dana dari kegiatan ini sebesar Rp 1.007.749,-. Sisa dana ini akan masuk ke kas Komunitas QGIS Indonesia, dan akan digunakan untuk mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan di kemudian hari.

Untuk detail dari laporan pemasukan dan penggunaan dana ini, bisa diakses pada tautan berikut https://docs.google.com/spreadsheets/d/14WHYH8lyaAnn2ZKUYCNm5pF7KlPVzxd60bsgsS1GUKs/edit?usp=sharing

Sekali lagi, kami dari panitia mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan komunitas yang telah berpartisipasi dalam pembelian kaos dan donasi yang telah diberikan.

Untuk dokumentasi kegiatan ini, bisa dilihat pada tautan http://bit.ly/meetup-qgisid-photo.

Demikian laporan keuangan ini kami sampaikan untuk diketahui bersama.

Meetup Pertama QGIS Indonesia

Kegiatan Meetup Pertama Komunitas QGIS Indonesia diadakan 29 Februari 2020 yang merupakan kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi(HMSaIG) Fakultas Geografi UGM. Kegiatan yang dilakukan di Auditorium Fakultas Geografi UGM ini bertujuan untuk :

  • memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai pemanfaatan software QGIS sebagai salah satu alat dalam bidang geospasial yang bebas terbuka,
  • memperkenalkan komunitas QGIS Indonesia yang baru di inisiasi, 
  • serta menjaring masukan dari peserta. 

Dengan mengusung nafas “gotong royong” sebagai ruh dari komunitas, diharapkan para peserta akan mendapatkan pemahaman lebih baik terhadap aplikasi QGIS dan bisa lebih mengoptimalkan penggunaannya, baik dari sisi pengguna maupun sebagai pengembang.

Dihadiri oleh peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa, serta praktisi di bidang geospasial, terihat cukup antusias untuk mengikuti rangkaian acara. DIawali dengan penggalian pemahaman peserta terkait dengan QGIS, yang mana ternyata terdapat 5 peserta yang belum/tidak pernah menggunakan QGIS. Sementara sebagian besar meskipun sudah menggunakan QGIS, tapi masih lebih banyak menggunakan aplikasi pemetaan lain. Namun ketika coba digali tingkat kedalaman penggunaan QGIS, meskipun rata-rata masih di level analisis dan layout, namun persentase terbesar justru muncul dari peserta yang sudah mengintegrasikan dengan platform lain. Selain itu permasalahan seperti bug, user interface (kurang familiar), crash, dan lainnya masih banyak disampaikan oleh peserta. 

Dengan tingkat pemahaman peserta yang cukup beragam, kehadiran narasumber pada acara ini cukup memberikan wawasan kepada para peserta terkait dengan perkembangan dan pemanfaatan QGIS. Materi yang disampaikan pada sharing session ini diantaranya:

  1. Ibnu Rosyadi : Perkembangan Open-Source QGIS di Indonesia
  2. Firman Hadi : Pengenalan GRASS di QGIS
  3. Nur M Farda : Perubahan Penggunaan Lahan dengan Machine Learning dan Cellular Automata di QGIS
  4. Afandi Ahmad : Pemanfaatan QGIS untuk Pengelolaan Hutan dan Lingkungan
  5. Eko Kalisno : Pemanfaatan QGIS untuk Pemetaan Desa

Selain kegiatan sharing session yang lebih banyak mengupas dari sisi pemanfaatan QGIS sebagai pengguna, para peserta juga diberikan materi untuk bisa berkontribusi dalam proyek ini. Salah satu bentuk kontribusi adalah dengan melaporkan bug yang dicontohkan melalui Quick Demo dari Ismail Sunni yang dilakukan melalui video call dari Jerman. Peserta diperkenalkan cara untuk melapurkan bug/permasalahan yang ditemui melalui tautan https://github.com/qgis/qgis/issues. Selain itu, ditujukkan pula cara untuk bisa terlibat dalam proses menerjemahkan QGIS ke dalam bahasa Indonesia, mengingat saat ini tingkat translasi ke dalam bahasa Indonesia masih di bawah 35%.

Melalui meetup ini, komunitas mengajak peserta untuk ikut terlibat dengan selalu melaporkan jika menemukan bug dan secara rutin menjadi penerjemah ke Bahasa Indonesia. Agenda meetup ini harapannya dapat menjadi kegiatan tahunan Komunitas QGIS Indonesia yang tentunya didukung oleh local chapter yang dapat menjadi wadah komunikasi terkait project QGIS di kota/kabupaten lainnya di Indonesia. Karena tujuan Komunitas ini adalah agar menjadi official user group QGIS di Indonesia, maka kami membuka saluran media komunikasi melalui website, instagram, twitter, telegram, blog, dan mailing list tentunya mengajak lebih banyak orang untuk terlibat menjadi volunteer.

Ide yang muncul dari diskusi di media sosial dan meetup kemarin adalah perlu disusun sebuah modul panduan QGIS berbahasa Indonesia terbaru yang dilengkapi studi kasus aplikatif, sehingga jika pengguna di Indonesia memerlukan panduan yang mudah dipahami dan sesuai dengan tema-tema yang menjadi lingkup konsentrasinya dapat mengaksesnya dengan mudah.

MeetUp#1 Komunitas QGIS Indonesia ini dihadiri sebanyak 62 orang peserta dan 5 narasumber dengan dukungan panitia sebanyak 12 orang dari HMSaIG dan 7 orang dari Komunitas QGIS Indonesia. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube QGIS User Group Indonesia. Meskipun peserta tidak dibebankan biaya apapun dalam pendaftaran, kegiatan ini dapat terselenggara karena adanya donasi melalui penjualan kaos berlogo Project QGIS dan Komunitas QGIS Indonesia, serta beberapa sponsor konsumsi lokal dan peserta tidak dibebankan biaya apapun. Komunitas QGIS Indonesia terbuka untuk siapapun pengguna awam sampai tingkat lanjut, serta pengembang yang tertarik atau sudah berkontribusi ke QGIS. Dengan semangat gotong royong, hadirnya komunitas QGIS Indonesia diharapkan dapat menjadi suatu wadah bagi para pengguna QGIS di Indonesia untuk saling berkomunikasi dan berdiskusi, serta kedepannya dapat membuat kontribusi dari Indonesia ke Proyek QGIS lebih terlihat.

Selama kegiatan kami menyediakan tayangan langsung melalui YouTube, yang saat ini rekamannya bisa diakses melalui video dibawah ini :

Materi yang disampaikan selama kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut ini :

http://bit.ly/MateriMeetUp1QGISID

Terima kasih, silahkan info ke kami jika teman-teman membuat local chapter di kota masing-masing!

QGIS User Question of The Month (September 2019)

Dear Rekan-rekan,
QGIS PSC telah merilis pertanyaan bulanan bagi pengguna untuk periode September 2019.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tersedia dalam bahasa Indonesia, silahkan ubah bahasa didalam Kobo Toolbox agar memudahkan dalam memahami pertanyaan tersebut.

Silahkan mengisi pertanyaan tersebut, untuk memberikan feedback kepada penyempurnaan aplikasi QGIS kedepan, khususnya dari pengguna di Indonesia. Untuk mengakses pertanyaan tersebut silahkan klik tautan berikut ini:

https://ee.kobotoolbox.org/single/::6Uro4EIq?returnUrl=https://qgis.org

Terima kasih!

Selamat Datang di Komunitas Pengguna QGIS Indonesia

“QGIS enables everyone in society to have the tools they need to understand the spatial dimension of the world around them, regardless of your budget, your operating system or your ability to pay license fees. We welcome you to the QGIS Community and hope that you will participate in making QGIS the best-in-class GIS for everyone” – Tim Sutton untuk Pengguna QGIS Indonesia

Terima kasih atas partisipasi rekan-rekan dalam mengisi kuesioner Pengguna QGIS di Indonesia yang kami rilis bulan April lalu. Total 291 responden (setelah dilakukan proses cleaning) sudah mengisi! Dari hasil kuesioner terdapat 35,2% responden yang sudah menggunakan QGIS sebagai perangkat lunak utama GIS! Ini menarik!

Forms response chart. Question title: Apakah Anda menggunakan QGIS sebagai software utama untuk melakukan pengolahan data/membuat peta?. Number of responses: 298 responses.

Latar belakang keilmuan dan pekerjaan dari rekan-rekan yang melakukan pengisian kuesioner ini juga cukup bervariasi. Begitupun dengan domisili responder, cukup mewakili Indonesia dari Provinsi Aceh sampai ke Papua.

Dengan variasi pekerjaan, latar belakang pendidikan pengguna, dan domisili pengguna  yang tergabung dalam komunitas ini, dapat lebih memperkaya wawasan pemanfaatan QGIS dalam berbagai bidang pekerjaan, serta mempermudah pengguna untuk bisa saling berinteraksi sesama pengguna QGIS baik dalam dunia maya maupun kopi darat secara langsung.

Selama 5 bulan kami mencoba untuk membuat Komunitas Resmi Pengguna QGIS Indonesia yang kami namakan QGIS ID. Resmi disini maksudnya adalah komunitas ini terdaftar secara resmi di :

QGIS User Group –  https://www.qgis.org/en/site/forusers/usergroups.html

Kami berkomunikasi dengan Co-Chair Project Steering Committee(PSC) QGIS — Marco Bernasocchi agar komunitas ini mendapat dukungan dari PSC, tentunya dengan mematuhi persyaratan seperti tercantum di https://www.qgis.org/en/site/forusers/usergroups.html

Sampai saat ini ada beberapa pengguna QGIS dari Indonesia yg telah berkontribusi terhadap perkembangan proyek QGIS secara global, baik secara materiil, pembuatan plugins, translasi ke Bahasa Indonesia, maupun pelaporan bug/masalah yang ditemui selama menjalankan QGIS. Tujuan utama dari adanya komunitas ini adalah membuka wadah dan kesempatan lebih luas bagi pengguna QGIS di Indonesia bisa berkontribusi dalam ke pengembangan proyek QGIS. Kemudian tentunya sebagai wadah untuk berkomunikasi berbagi tips-trik, studi kasus, serta kendala yang ditemui (bug, error), ataupun pengembangan plugins/kustomisasi QGIS. Detilnya dapat dilihat diwebsite resmi QGIS IDhttps://qgis-id.github.io/

Saat ini kami mengajak rekan-rekan untuk bergabung ke media komunikasi QGIS yang telah ada, yaitu:

Telegram QGISID

https://qgis-id.github.io/

Instagram QGISID

Twitter QGISID

Blog Pengguna QGIS Indonesia

Milis/Forum QGIS Indonesia

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, bisa berkorespondensi melalui email qgisid@gmail.com atau langsung melalui media komunikasi QGIS di atas.

Mohon maaf atas komunikasi lanjutan yang mungkin lebih lama dari yang kami rencanakan, karena di awal komunitas ini digagas oleh segelintir orang yang berdomisili berbeda pulau, bahkan beda benua 🙂

Oleh karenanya kami sekali lagi mengajak rekan-rekan untuk bergabung dalam media komunikasi diatas, serta kami akan membuka Open Volunteer seperti content administrator, social-media admin, dan posisi lainnya untuk membantu mengelola komunitas ini. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, semoga Komunitas Pengguna QGIS Indonesia dapat melakukan pertemuan tahunan, guna merestrukturisasi organisasi ini agar bisa komunitas ini segera terdaftar secara resmi di QGIS User Group.

Terima kasih!

Komunitas Pengguna QGIS Indonesia