Meetup Pertama QGIS Indonesia

Kegiatan Meetup Pertama Komunitas QGIS Indonesia diadakan 29 Februari 2020 yang merupakan kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi(HMSaIG) Fakultas Geografi UGM. Kegiatan yang dilakukan di Auditorium Fakultas Geografi UGM ini bertujuan untuk :

  • memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai pemanfaatan software QGIS sebagai salah satu alat dalam bidang geospasial yang bebas terbuka,
  • memperkenalkan komunitas QGIS Indonesia yang baru di inisiasi, 
  • serta menjaring masukan dari peserta. 

Dengan mengusung nafas “gotong royong” sebagai ruh dari komunitas, diharapkan para peserta akan mendapatkan pemahaman lebih baik terhadap aplikasi QGIS dan bisa lebih mengoptimalkan penggunaannya, baik dari sisi pengguna maupun sebagai pengembang.

Dihadiri oleh peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa, serta praktisi di bidang geospasial, terihat cukup antusias untuk mengikuti rangkaian acara. DIawali dengan penggalian pemahaman peserta terkait dengan QGIS, yang mana ternyata terdapat 5 peserta yang belum/tidak pernah menggunakan QGIS. Sementara sebagian besar meskipun sudah menggunakan QGIS, tapi masih lebih banyak menggunakan aplikasi pemetaan lain. Namun ketika coba digali tingkat kedalaman penggunaan QGIS, meskipun rata-rata masih di level analisis dan layout, namun persentase terbesar justru muncul dari peserta yang sudah mengintegrasikan dengan platform lain. Selain itu permasalahan seperti bug, user interface (kurang familiar), crash, dan lainnya masih banyak disampaikan oleh peserta. 

Dengan tingkat pemahaman peserta yang cukup beragam, kehadiran narasumber pada acara ini cukup memberikan wawasan kepada para peserta terkait dengan perkembangan dan pemanfaatan QGIS. Materi yang disampaikan pada sharing session ini diantaranya:

  1. Ibnu Rosyadi : Perkembangan Open-Source QGIS di Indonesia
  2. Firman Hadi : Pengenalan GRASS di QGIS
  3. Nur M Farda : Perubahan Penggunaan Lahan dengan Machine Learning dan Cellular Automata di QGIS
  4. Afandi Ahmad : Pemanfaatan QGIS untuk Pengelolaan Hutan dan Lingkungan
  5. Eko Kalisno : Pemanfaatan QGIS untuk Pemetaan Desa

Selain kegiatan sharing session yang lebih banyak mengupas dari sisi pemanfaatan QGIS sebagai pengguna, para peserta juga diberikan materi untuk bisa berkontribusi dalam proyek ini. Salah satu bentuk kontribusi adalah dengan melaporkan bug yang dicontohkan melalui Quick Demo dari Ismail Sunni yang dilakukan melalui video call dari Jerman. Peserta diperkenalkan cara untuk melapurkan bug/permasalahan yang ditemui melalui tautan https://github.com/qgis/qgis/issues. Selain itu, ditujukkan pula cara untuk bisa terlibat dalam proses menerjemahkan QGIS ke dalam bahasa Indonesia, mengingat saat ini tingkat translasi ke dalam bahasa Indonesia masih di bawah 35%.

Melalui meetup ini, komunitas mengajak peserta untuk ikut terlibat dengan selalu melaporkan jika menemukan bug dan secara rutin menjadi penerjemah ke Bahasa Indonesia. Agenda meetup ini harapannya dapat menjadi kegiatan tahunan Komunitas QGIS Indonesia yang tentunya didukung oleh local chapter yang dapat menjadi wadah komunikasi terkait project QGIS di kota/kabupaten lainnya di Indonesia. Karena tujuan Komunitas ini adalah agar menjadi official user group QGIS di Indonesia, maka kami membuka saluran media komunikasi melalui website, instagram, twitter, telegram, blog, dan mailing list tentunya mengajak lebih banyak orang untuk terlibat menjadi volunteer.

Ide yang muncul dari diskusi di media sosial dan meetup kemarin adalah perlu disusun sebuah modul panduan QGIS berbahasa Indonesia terbaru yang dilengkapi studi kasus aplikatif, sehingga jika pengguna di Indonesia memerlukan panduan yang mudah dipahami dan sesuai dengan tema-tema yang menjadi lingkup konsentrasinya dapat mengaksesnya dengan mudah.

MeetUp#1 Komunitas QGIS Indonesia ini dihadiri sebanyak 62 orang peserta dan 5 narasumber dengan dukungan panitia sebanyak 12 orang dari HMSaIG dan 7 orang dari Komunitas QGIS Indonesia. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube QGIS User Group Indonesia. Meskipun peserta tidak dibebankan biaya apapun dalam pendaftaran, kegiatan ini dapat terselenggara karena adanya donasi melalui penjualan kaos berlogo Project QGIS dan Komunitas QGIS Indonesia, serta beberapa sponsor konsumsi lokal dan peserta tidak dibebankan biaya apapun. Komunitas QGIS Indonesia terbuka untuk siapapun pengguna awam sampai tingkat lanjut, serta pengembang yang tertarik atau sudah berkontribusi ke QGIS. Dengan semangat gotong royong, hadirnya komunitas QGIS Indonesia diharapkan dapat menjadi suatu wadah bagi para pengguna QGIS di Indonesia untuk saling berkomunikasi dan berdiskusi, serta kedepannya dapat membuat kontribusi dari Indonesia ke Proyek QGIS lebih terlihat.

Selama kegiatan kami menyediakan tayangan langsung melalui YouTube, yang saat ini rekamannya bisa diakses melalui video dibawah ini :

Materi yang disampaikan selama kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut ini :

http://bit.ly/MateriMeetUp1QGISID

Terima kasih, silahkan info ke kami jika teman-teman membuat local chapter di kota masing-masing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.